Yaya Toure Tuding Guardiola Rasis, Tak Suka Pemain Afrika

INDONESIAPREDIKSI.com – Manajer Manchester City Josep Guardiola dituding rasis oleh mantan pemainnya, Yaya Toure. Pesepak bola berusia 35 tahun tersebut meninggalkan The Citizens di akhir musim 2017/18, menyudahi jalinan kerjasama selama delapan tahun. Namun, masa-masa akhir gelandang Pantai Gading itu tidak berlangsung mulus.

Yaya Toure tak menjadi pilihan utama saat Guardiola memegang kendali di staf pelatih The Citizens. Di musim lalu, dia cuma bermain sebanyak 17 kali di semua ajang untuk City. Kontribusinya sangat minim, cuma dua assist.

Bagi Yaya Toure, ini bukan kali pertama disingkirkan Guardiola. Saat di Barca, Pep juga yang menjual pemain asal Pantai Gading itu ke Manchester City.

Guardiola bukan kali ini saja membuang bintang asal Afrika. Dia juga menjual Samuel Eto’o dari Barcelona ke Inter Milan di awal musim 2009/2010.

Eto’o merupakan striker utama Barca saat itu. Dia ditukar dengan Zlatan Ibrahimovic, padahal sedang tampil bagus-bagusnya untuk Los Cules dengan catatan 36 gol di semua ajang. Dengan bukti-bukti itu, Yaya Toure pun membuat kesimpulannya sendiri.

“Mungkin kami para pemain Afrika tak selalu diperlakukan sama oleh beberapa orang. Saat anda melihat masalahnya (Pep) sering mempunyai pemain Afrika, di manapun dia pernah melatih, saya bertanya pada diri saya sendiri,” kata Yaya Toure di Sport.

“Dia terlalu pintar untuk dipahami. Dia tidak pernah mengaku (tak menyukai pemain Afrika). Tapi, saat dia menentukan susunan pemain dengan lima pemain Afrika di dalamnya, saya berjanji akan memberinya kue!”

“Di luar itu, Pep suka mendominasi dan ingin pemain patuh yang mencium tangannya. Saya tak suka tipe hubungan seperti itu. Saya menghormati pelatih saya, tapi tak seperti yang dia inginkan,” dia menambahkan.

Tanggapan Guardiola dan Pemain City

Sementara, Josep Guardiola, bersikap santai soal komentar-komentar ofensif dari Yaya Toure.

“Saya tak akan memberi komentar pada komentar-komentar itu. Tak ada yang bisa saya ungkapkan,” kata Guardiola di Manchester Evening News.

Gelandang City Kevin de Bruyne menepis tuduhan itu. Pemain asal Belgia tersebut mengaku tidak pernah melihat ada bukti dari tuduhan Toure.

“Aku tidak pernah melihatnya tuh. Akan aneh kalau pelatih rasis — dengan seluruh pemain-pemain berkulit hitam di tim kami,” ungkap De Bruyne kepada BBC World Football, yang dikutip the Guardian.

“Jadi aku tidak tahu apa yang Yaya katakan atau apakah salah penulisan perkataan dia atau dilebih-lebihkan. Ketika Anda tidak bermain, selalu ada sesuatu yang coba Anda temukan.”

“Kami toh menjalani musim terbaik yang pernah ada, jadi pada akhirnya pelatih sudah mengambil keputusan terbaik dengan memainkan tim yang sudah bermain di banyak pertandingan. Musim ini, pelatih mungkin berpikir kalau dia (Yaya) tidak berusaha cukup keras, tidak cukup bugar. Aku tidak pernah melihat sesuatu yang rasis di klub, sama sekali tidak pernah.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nonton Movie