Lolos 16 Besar, Jepang Pakai Strategi Sangkar Burung Kapten Tsubasa

INDONESIAPREDIKSI.com – Melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2018 meski kalah dari Polandia, Jepang disebut menerapkan “strategi sangkar burung” dalam laga terakhir Grup H Piala Dunia 2018. Gol semata wayang di Volgograd Arena dicetak oleh Jan Bednarek pada menit ke-59, Kamis (28/6/2018) malam WIB.

Saat gol tersebut, posisi Jepang yang semula memimpin Grup H secara otomatis melorot ke posisi tiga, yang artinya terancam angkat koper dari Rusia. Hal itu tak lepas dari skor 0-0 sementara di laga Senegal vs Kolombia, yang main serentak.

Jepang berusaha mencari gol balasan di sisa waktu, namun mereka malah lebih banyak terancam untuk kebobolan lagi daripada membobol gawang Polandia.

Jepang bisa sedikit lega setelah Senegal kebobolan di menit ke-74 lewat gol sundulan Yerry Mina. Jepang pun naik ke posisi kedua untuk sementara. Meski punya poin empat, selisih gol, dan produktivitas gol yang identik dengan Senegal, Jepang unggul poin fair play karena mendapat jumlah kartu kuning yang lebih sedikit daripada Senegal.

Perlahan Yuto Nagatomo dkk. main lebih hati-hati agar tak kebobolan lagi dan mendapat hukuman kartu. Salah satu caranya adalah dengan melakukan umpan-umpan pendek di wilayah sendiri untuk mengulur waktu, yang tentunya sambil berharap Senegal tak mencetak gol.

Apa yang dilakukan Jepang ini biasa dikenal dengan strategi sangkar burung dalam film animasi Jepang, yakni Captain Tsubasa.

Di film itu, tim Shutetsu berusaha mengulur waktu untuk mempertahankan keunggulan 1-0 dari tim Nankatsu, yang diperkuat Tsubasa. Tsubasa dkk. pun dibuat kebingungan untuk merebut bola dari lawannya.

Tim Shutetsu memainkan umpan-umpan pendek di wilayah sendiri dengan sesekali masuk kepertahanan Nankatsu. Tapi, tim yang dikapteni oleh kiper Wakabayashi itu kembali mengumpan bola ke belakang dan berharap pertandingan segera usai.

Sialnya, Shutetsu gagal mempertahankan keunggulan. Mereka kebobolan di injury time, sementara Jepang tidak kebobolan lagi dari Polandia.

Di saat bersamaan keputusan Jepang untuk mengulur waktu berbarengan dengan gagalnya Senegal mencetak gol ke gawang Kolombia. Jepang pun lolos dari lubang jarum. Apa yang dilakukan Jepang mungkin membuat sebagian pecinta sepakbola sebal. Tapi, itu adalah pilihan terakhir yang diambil oleh pelatih Akira Nishino.

“Keputusan saya adalah bergantung pada pertandingan lain. Saya tidak terlalu senang terkait itu, tetapi… saya memaksa pemain saya untuk melakukan apa yang saya katakan. Dan kami melaluinya,” kata Akira Nishino seperti dikutip dari Japan Times.

“Itu adalah keputusan akhir yang harus saya buat. Kami tidak berhasil dengan kemenangan, tetapi kami hanya mengandalkan pertandingan lain dan saya merasa bahwa itu sedikit disesalkan, tetapi saya kira pada saat itu saya tidak memiliki rencana lain,” sambungnya.

Jepang akan berhadapan dengan Belgia di babak 16 besar. Belgia keluar sebagai juara Grup G setelah mengalahkan Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nonton Movie