Dokter Arema Ungkap Pesepak Bola Indonesia Banyak yang Merokok

Indonesiaprediksi.com – Menjadi atlet, khususnya sepak bola, kondisi fisik serta stamina yang prima menjadi faktor penting. Setidaknya begitu kata dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi. Latihan keras tidak jadi faktor tunggal bagi atlet untuk dapat tampil dengan maksimal.

Dilansir dari Surya Malang, gaya hidup sang atlet menjadi faktor lain yang tak bisa ditampik begitu saja. Rokok dan maskulinitas masih jadi perspektif yang diamini oleh banyak orang Indonesia.

Sementara itu, di Tanah Air, sepak bola dan maskulinitas itu jadi satu kesatuan yang belum dapat dipisihkan.

Oleh karenanya, tak sedikit pesepak bola yang masih menjadikan rokok sebagai gaya hidupnya. Menurut dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi pengaruh rokok terhadap performa pesepak bola di atas lapangan memang tak terlalu jelas terlihat.

Namun, lanjut Nanang, secara tidak langsung rokok berpotensi memengaruhi tingkat kemampuan tubuh pesepak bola dalam mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

“Sebagai contoh, pesepak bola yang biasa merokok dari sisi performa tidak akan terlalu banyak berpengaruh. Sebab, sejak junior tubuhnya sudah terlatih,” kata Nanang.

Ia pun tidak memungkiri jika pemain sepak bola yang menjadi perokok aktif tetap dapat tampil baik di atas lapangan. Yang digarisbawahi oleh dokter berusia 39 tahun tersebut adalah kondisi fisik dan stamina si pesepak bola tersebut.

“Tenaga mereka jelas sudah tak semaksimal mereka yang bukan perokok,” ujar Nanang.

“Kalau dilihat memang mereka masih bisa lari kencang. Tetapi logikanya, kalau dengan merokok saja bisa lari kencang bagaimana kalau tidak merokok, tentu akan lebih baik lagi,” tuturnya.

Oleh karena itu, dokter yang menyandang gelar spesialis kedokteran olahraga (SpKO) itu menyarankan agar atlet ataupun olahragawan untuk tidak merokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Nonton Movie